Dear Pembaca,

Tahu buah manggis kan? Sekarang sedang musim buah manggis di Belitong, bagaimana dengan di daerah kamu? Sama juga kah?

Aseupan Daun memakai kulit buah manggis sebagai bahan baku pewarnaan kain kain cantik kami. Saya pun ingin berbagi bagaimana peran kulit manggis itu sehingga membuat kain kain cantik kami ada sampai di tangan kamu, dengan harapan kamu mengetahui betul bagaimana kain kain itu dibuat dan kamu dapat dengan bangga memakainya.

Begini loh….

Ini adalah irisan kulit manggis yang sedang dijemur.

Kata manggis berasal dari kata mangosteen. Manggis adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya dan menyebar ke Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7-25 meter. Buahnya disebut manggis berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada varian yang kulitnya berwarna merah. (Wikipedia).

Nama ilmiah manggis ini diberikan oleh seorang penjelajah hutan berkebangsaan Perancis pada abad ke 16, Laurent Garcinia, kemudian beliau menamakan pohon manggis menjadi Garcinia Mangostana.

Kemudian pada masa itu sebanyak 2.7 kg kulit manggis kering dibawa dan diteliti di Jepang. Hingga sekarang kita mengetahui bahwa banyak sekali manfaat kulit manggis bagi kesehatan dari hadil penelitian mereka.

Apa saja kandungan kulit manggis tersebut? Di antaranya adalah Xanthone, Saponin, antioksidan dan tanin. Xanthone dan antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat mencegah proliferasi sel kanker. Dapat menjadi suplemen yang baik untuk penyembuhan kanker sebagai pendamping terapi medis, tentunya. Selain itu, kulit manggis dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memiliki sifat antimikroba yang efektif terhadap Staphylococcus aureus, sehingga suplemen ini baik dikonsumsi oleh orang orang dengan kekebalan tubuh rendah seperti pasien TBC dan HIV/AIDS. Karena kalorinya sangat sedikit, maka baik untuk penderita diabetes juga loh. Di samping itu kulit manggis juga mengandung anti inflamasi dan dapat menjaga kesehatan tulang serta mencegah osteoporosis. Waah banyak sekali manfaat kulit manggis yaa…. saya tidak dapat menuliskannya semua. Karena saya akan menceritakan apa manfaatnya kulit manggis selain untuk kesehatan. Mau tau kan…?

Di atas saya menuliskan tentang tanin . Nah..kulit manggis ini banyak mengandung tanin, seperti yang umum diketahui adalah teh. Bahkan banyak loh yang membuat teh kulit manggis. Eeiits… tapi jangan salah mengolahnya yaa… karena kalau salah mengolahnya, kamu bisa sakit perut/diare, atau minimal perut kamu penuh dengan gas dan bergemuruh 🙂

Mengapa bisa begitu?

Cara yang salah dalam mengolah kulit manggis di rumah, biasanya setelah diiris kemudian dijemur sampai kering. Bisa dua atau tiga hari loh baru kering sempurna. Naah…dalam proses penjemurannya bagaimana? Apakah hygienist….? Apakah rentan dengan jamur…? Hhmm… hal lain yang salah dalam pengolahan kulit manggis adalah, meminum air rebusan kulitnya langsung. Itu tidak boleh… karena rebusan pertamanya banyak mengandung saponin, getah dan tannin, sehingga membuat diare. Naaah… tau kan di mana kesalahannya…?

Ini cara pengolahan yang benarnya… simak yaa…

Ambil kulit manggis dari masa petik 3-7 hari. Lama masa petik mempengaruhi kandungan Xanthone dan getah.

Rebus dalam air mendidih selama 10 menit, kemudian buang airnya.

Masukkan kulit manggis dalam es batu selama 10 menit untuk mengurangi tanin dan saponin yang berlebih.

Ambil kulit manggisnya kemudian diblender tanpa diberi campuran apapun.

Saring dan peras airnya, 1 kg kulit manggis menghasilkan 100ml.

Diminum 2 sdm 2-3 kali / hari.

Selamat mencoba yaa….

By the way, informasi ini Saya dapatkan dari Kompasiana loh… Dear pembaca dapat menggali lagi informasi yang lebih lengkap bila membutuhkan.

Nah.. apa hubungannya dengan kain kain cantik Saya? Penasarankan…

Selain sebagai bahan pengobatan alami, kulit manggis juga bisa dijadikan pewarna alami dan alternatif tanin dalam proses ecoprint. Sudah tau apa itu ecoprint doong… 🙂

Bila di atas saya mengulang kata tanin dan cara pengolahan yang salah… itu tidak sepenuhnya harus dilupakan, karena cara pengolahan yang salah untuk konsumsi pribadi itu bisa digunakan dalam pengolahan kulit manggis sebagai pewarna alami dan proses pembuatan tanin pada ecoprint.

Begini cara pengolahan kulit manggis untuk pewarna alami, simak yaa…

Iris iris kulit manggis (sebaiknya dalam kondisi segar setelah buahnya dimakan, karena kulitnya masih lunak, sehingga memudahkan proses pengirisan)

Jemur kulit manggis di bawah cahaya matahari langsung. Usahakan jangan sampai berjamur. Biasanya membutuhkan 2-3 hari penjemuran, tergantung cuaca / iklim setempat.

Timbang kulit manggis kering untuk menentukan berapa jumlah air yang akan digunakan. Saya menggunakan formula standar 1:10 , 1 kg bahan : 10 liter air.

Rebus kulit manggis sampai airnya menjadi setengahnya atau sepertiganya, tergantung tingkat kepekatan warna yang dibutuhkan.

Dinginkan dan saring

Siap digunakan

Ini adalah cara standar yang sering digunakan oleh para pembatik. Ada cara lain yang digunakan oleh handy crafter luar dalam pengolahan warna alami. Agak berbeda sedikit prosesnya. Begini…

Setelah didapat kulit kering manggis, timbang kulit manggis 10-15 % WOF (weight of fabric)

Rendam kulit manggis selama satu malam untuk melunakkan kembali kulit yang kering.

Rebus kulit manggis pada suhu di bawah titik didih < 90 derajat Celcius selama maksimal 1.5 jam

Dinginkan/saring.

Siap digunakan.

Berbeda bukan? Kamu boleh pilih cara mana yang paling tepat untukmu. Masing masing mempunyai manfaatnya sendiri sendiri. Untuk kamu yang tidak suka menyimpan stock terlalu banyak pewarna alami di rumah, dapat menggunakan cara yang kedua.

Apa hasil warna dari kulit manggis tadi?

Jawaban ini bisa macam macam. Kamu bisa mendapatkan warna yang berbeda beda tergantung ikatan kimia apa yang kamu berikan pada kainmu. Misal , kamu memberikan Potassium Aluminium Sulphate (PAS), atau Aluminium Sulphate (Tawas), maka kamu akan mendapatkan warna peach (pada silk) atau orange muda (pada cotton). Bisa juga menjadi gelap kalau kamu memberikan Ferro Sulphate.

Naah… sudah tahukan sekarang… 🙂

Apa aspek ekonomi dari semua bahasan kita di atas?

Tentu saja kita dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah organik kulit manggis menjadi bahan pewarna alami yang mudah di dapat tetapi bernilai tinggi.

Yuk mari kita berdayakan limbah organik lainnya menjadi sesuatu yang menghasilkan nilai ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kita. Tentu saja dengan memberikan pengetahuan yang cukup pada mereka.

Sekian sharing saya kali ini. Tulisan ini saya ketik saat menunggu kulit manggis saya kering sambil mempersiapkan butik kami di Belitung. Cuaca di sini panas, cukup untuk membuat kulit manggis ini kering dalam 3 hari ke depan.

Salam.

Aseupan Daun by Syafriani Salamah

Belitong Island – Indonesia.

# Ani Ecoprint
# Annie Ecoprint
# Ecoprint Indonesia
# Batik Ecoprint
# Kain Ecoprint
# Natural Dyes